CONTOH TEKS EKSEMPLUM

yap! teks eksemplum merupakan teks yang berisi tentang suatu insiden  atau kejadian yang tidak diinginkan. teks eksemplum merupakan salah satu bab mata palajaran Bahasa Indonesia kelas 9 ya! yuk! simak contoh teks eksemplum buatan saya >_<.


AKU YANG TIDAK MENURUTI KATA IBU

Pada Hari Rabu yang cerah, disaat umurku masih 7 tahun, kesibukan pagi hari sudah mulai terasa di rumah. Ayah sudah pergi dari tadi pagi. Ibu memasak dengan cekatan karena jam 6 harus berangkat. Kakakku, adikku, dan aku bersiap pergi sekolah. Kami menjalani hari seperti kegiatan keluarga biasanya. Saat itu, ibu sudah hampir berangkat. Sebelum berangkat, ibu memberi tahu kami untuk tidak naik ke lantai 2 karena rumah baru saja selesai renovasi. Hari ini ibu akan pulang malam sehingga aku dan kakakku harus menjaga adik dengan baik.
Sepulang sekolah, aku dan saudaraku makan siang dan bermain bersama. Saat kakak sedang membereskan bekas makanan di dapur, aku mengajak adik untuk melihat lantai dua yang baru direnovasi. Aku mengajak adik karena aku tidak berani naik sendiri, namun aku sangat ingin tahu perubahan apa yang terjadi di lantai dua. Kami naik melewati tangga yang masih penuh dengan debu bangunan. Saat diatas, peralatan renovasi rumah masih berserakan. Karena kakak memanggil, aku segera menengok ke bawah tangga dan meninggalkan adik diatas. Saat aku berada di anak tangga ke 9 dari bawah aku merasa ada sesuatu yang jatuh menimpaku dan mendorongku jatuh ke bawah. Kakak sangat terkejut saat ternyata adikku mencoba turun dan terpeleset menimpaku.
Kami berdua jatuh tergeletak. sambil merintih kesakitan, aku mulai menangis. Kaki kananku lebam karena jatuh duluan. Saat aku menoleh ke arah adikku, aku melihat ia terdiam tak bergerak. Mengapa ia tidak menangis keras saat jatuh seperti tadi? Saat aku membangunkannya, kulihat ia sedang terkejut dengan mata membelalak sambil tak berkata-kata saat sebuah benda tajam menancap ke dahinya dan berdarah. Ternyata ada serpihan logam bekas mainan yang menancap. Aku mencoba mencabutnya dan darahnya keluar makin deras. Aku dan kakakku menangis kebingungan. Adikku yang merasakan kesakitan kini mulai menangis. Karena ibu dan ayah pulang malam, kami berdua hanya bisa menutup dahi adik dengan kain.
Kami mencoba menidurkan adik di sepeda dorongnya. Beberapa jam setelah terus menangis, adikpun tertidur sampai ibu pulang. Saat ibu pulang, ibu tidak memarahi kami, tapi langsung mengabaikan kami setelah tau adik tertidur dengan dahi berdarah yang ditutup kain. Ibu terkejut tak berkata-kata dan langsung membawa adik ke bidan. Aku dan kakak hanya bisa menangis dirumah menunggu ibu yang membawa adik ke bidan tanpa menutup pintu rumah. Aku yakin setelah pulang dari bidan ibu akan memarahiku karena adik jatuh saat kuajak ke lantai dua. Rasa lebam dikakiku tak terasa sakit sama sekali dibandingkan kekhawatiran ku saat itu. Aku juga tidak tahu karena apa aku sebenarnya khawatir. Takut terjadi sesuatu pada adik atau aku akan dimarahi.


Nah, semoga teks ini dapat menginspirasi teman-teman dalam hal menulis teks eksemplum ataupun kisah dari si tokoh Aku :"( semangat belajar Bahasa Indonesia!!! siap-siap Ujian Nasional ya.......


Komentar